adakah lagi puisi untukku? katamu. aku termangu. karena engkau adalah puisi. cinta kita puisi. selalu. kita tulis dan baca setiap waktu.
Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata
Komentar