Langsung ke konten utama
Sebagai Cahaya, Cinta


1.
apakah telah kau temukan cinta itu? rasakan alirnya dalam nadi dalam darah dalam jantung dalam debar denyutnya. kau rasakan kehadirannya? terimalah. jangan biarkan tersia, karena cintamu sungguh berarti bagiku. kurasakan getarnya lewat airmata doa dan senyum bahagia ikhlas menerima segala sukaduka bersama.


2.
katakanlah kau mencintaiku. setulus hati. agar tak ada lagi gamang dan takut menyapaku. karena aku mencintamu seutuh dirimu.

3.
sebagai cahaya, cinta menerang terang dalam kalbu. sebagai cahaya, cinta kita lebur dalam lautan cahaya cinta-Nya yang maha cahaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

Lelaki Berpuisi

Lelaki berpuisi, ketika awan begitu hitam membayangi sepi Dari jauh aku mengintai ia Satu satu air mata langit jatuh kebumi, lelaki terus berpuisi Berpuisi merajuk mata hati Ingin berlari, sembunyi Tak kuasa Inikah cinta? bibir pun tak lagi berkata Karena berdiam di sisinya, telah terkata: Cinta Kunthi Hastorini http://puisicintakita.blogspot.com

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!