Langsung ke konten utama
Adakah

1.

adakah sunyi
sebagai nyeri cinta

manakala dentingnya
mengalun begitu sempurna

menepi di halaman jiwa
menemu sejati


2.

adakah engkau
yang kini memanggilku
penuh rindu
menemu tuju...


Aku Mengerti


pagi ini,

kurebahkan dirimu dalam rahim kalbu
mencumbui bibirmu dengan lafadz zikir tak henti
bulir bening itu menyapu matamu tertutup pilu

tak lagi basah, bisikmu

aku mengerti bahkan ketika kau bilang diluar masihlah sama. kemarau
parau suaraku coba menjangkau tapi tanganmu pula tepiskan segala

dan berucap, pergilah kanvas senja tak lagi sama

aku mengerti bahkan ketika kurebahkan dirimu dalam rahim dunia
tak lagi punya kata. dusta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!

Kudekap Engkau

kudekap engkau kudekap dalam pelukku hingga terasa detak dalam dadaku dalam dadamu sebagai waktu yang terus gemuruh memanggil jiwaku jiwamu bersatu dalam lautan cahaya cintanya o cahaya maha cahaya yang melimpahlimpah cahayanya hingga lebur kita dalam lautan cahaya-nya Malang, 3 Oktober 2003