Jumat, Juli 18, 2003

Apakah

seringkali bertanya aku dalam hati dimana ujung dari segala ujung inginku mencumbui ingin dari segala ingin mengutuki gamang dari segala gamang hingga genaplah diri genap tanpa lagi tanya iri hati pada mereka berpasangan memandang hidup dengan demikian tegas mewarnai angkasa raya dengan kesejatian cinta kemestian setiap manusia iri hati pada mereka yang mendahuluiku mengenalinya dari balik tabir-tabir cuaca kehidupan iri hati tak terjawab jua (apakah aku masih terlalu bodoh dan angkuh memaknainya?)



Di Sini

di sini
kulampirkan segenggam aksara bagi lelaki di ujung
musim sunyi
menyapanya dengan seraut tanya mengapa tak jua ia
bicara bahkan bergeming meski sekedar

disini
menanti kembali aksara darimu
tak kah kau mau menyapaku jua
?

Tidak ada komentar: