Langsung ke konten utama
Jingga Bola Matahari

jingga bola matahari di senja kala aku merindukanmu sebagai dekap peluk sepenuh cintamu yang utuh hangatkan gigil dada dan bibir gemetar menelusur rahasia dengan tatap redup mata


Aku Yakin

aku yakin pada cintamu padaku sebagai ketulusan yang sanggup mengalahkan rasa takut dan gelisah ragu karena kau tahu aku demikian mencintai dirimu utuh sebagai penerimaan atas kehendak


Sebagai Hati Yang Menerima

sebagai hati yang menerima cinta dengan tulus demikianlah kan diterima segala sukaduka segala tangistawa segala dukabahagia segala beda apa adanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!

Kudekap Engkau

kudekap engkau kudekap dalam pelukku hingga terasa detak dalam dadaku dalam dadamu sebagai waktu yang terus gemuruh memanggil jiwaku jiwamu bersatu dalam lautan cahaya cintanya o cahaya maha cahaya yang melimpahlimpah cahayanya hingga lebur kita dalam lautan cahaya-nya Malang, 3 Oktober 2003