Langsung ke konten utama

Catatan Di Bromo

11.

ritmis lelampu lilin menjaring udara kata terlontar dari gemetar bibirmu membusa

jeritkan puitis menggarisi pelangi

mimpi



katakan penyair, di kata yang mana bisa kujumpai dirimu

sesungguhnya



restogama

040603




13.

surya perlahan memanjati sunyi bebukit pananjakan

menelanjangi titik-titik beku di telapak tanganmu

rayapi sekujur debarku dengan kehangatan yang sungguh

tak kah kau malu pada debu yang melilipi matamu, tanyaku lirih

tak, karena mereka tak mengenal cinta, jawabmu tak kalah lirih



perlahan surya pun membasahi bibirmu dengan kerlingan nakal

demikian mungkin cinta berujar



bromo

070603

http://kunthihastorini.blogspot.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

Lelaki Berpuisi

Lelaki berpuisi, ketika awan begitu hitam membayangi sepi Dari jauh aku mengintai ia Satu satu air mata langit jatuh kebumi, lelaki terus berpuisi Berpuisi merajuk mata hati Ingin berlari, sembunyi Tak kuasa Inikah cinta? bibir pun tak lagi berkata Karena berdiam di sisinya, telah terkata: Cinta Kunthi Hastorini http://puisicintakita.blogspot.com

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!