RASA SERUPA ANGIN, CINTA SERUPA UDARA

adakalanya mungkin rasa kan bersinar begitu terang. tapi, adakalanya ia akan memburam. semuram lilin yang kan padam. kita tak bisa menolakkan itu karena itulah kemestian. itulah hukum alam. mungkin, kita kan melawan, menolakkan pinta hati. jangan! rasa serupa angin tak bisa dipaksakan. berbeda maknanya dengan cinta. dia serupa udara. ada sebagai hakikatnya. tak kan berhenti. meskipun, mungkin disakiti dengan beribu belati. tapi dia ada dan akan tetap ada. maka, mengapa berduka bila ada cinta?


Komentar

Total Tayangan Halaman

Google+ Followers

Pengikut

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Cinta di Blog Puisi Cinta Kita

Leburlah: Aku Mencintaimu!