Langsung ke konten utama

YANG KEHILANGAN KATA



demikianlah kata-kata menyelinap ke dalam gelap ke dalam rongga yang pengap lenyap ke dalam bising hari dalam gulat tak bertepi mimpi menjelma teror ke dalam diri sebagai guncang menggedor-gedor hingga kecemasan adalah gemetar menatap hari-hari sekarat menatap harap dalam gigil sendiri menatap langit luas penuh rahasia ditera rajah tangannya dalam kitab yang disimpan dalam selubung cahaya hingga lumat diri lumat sebagai kata yang lumat ke dalam gerus waktu o tanda siapa digurat pada keningku mungkin lindap suaramu mungkin sebagai rindu yang didawamkan sepanjang usia sebagai juga cintamu yang ditembangkan angin di dahan-dahan dinyanyikan beburung yang hinggap di pepohon o mengapa aku kehilangan kata-kata hingga tak ada puisi untukmu sebagai tanda rinduku juga cinta yang menyerumu mungkin sayup kau dengar mungkin sebagai derai sebagai derau demikian parau

http://nanangsuryadi.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

Lelaki Berpuisi

Lelaki berpuisi, ketika awan begitu hitam membayangi sepi Dari jauh aku mengintai ia Satu satu air mata langit jatuh kebumi, lelaki terus berpuisi Berpuisi merajuk mata hati Ingin berlari, sembunyi Tak kuasa Inikah cinta? bibir pun tak lagi berkata Karena berdiam di sisinya, telah terkata: Cinta Kunthi Hastorini http://puisicintakita.blogspot.com

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!