Jumat, April 11, 2003

BELAJAR MENULIS PUISI



huruf demi huruf berhamburan dari dalam benakku sebagai entah puisi mungkin merindu tapi apakah merindu adalah huruf-huruf yang berhamburan tak karuan sebagai galau yang tiba-tiba meledak dari dalam dada dan kepala sendiri meledakkan keinginan dari dalam mimpi-mimpi yang tak kunjung selesai diputar dalam tidur-tidur yang melelahkan ke dalam jeram-jeram nganga dalam keinginan sendiri hendak melompat melompat dari tebing-tebing yang tak kembali gema tak kembali menyahut suara o inikah suara dari dalam kegelapan jiwa yang menggapai-gapai ke terang-terang cahaya sebagai puisi yang kacau tak terbaca ada siapa di situ dirikukah atu engkau yang kukasihi dengan setulus cinta setulus doa dengan airmata yang memancar dari mataku yang tiba-tiba saja perih karena demikian nyeri segala yang tak terkata demikian pedih segala yang tak terduga demikian perih segala yang bergalau tak tahu apa dirasa apa dipinta o kabarkan padaku cintamu sebagai darah dalam puisi yang mengalir dalam aorta nadiku hingga mengucur hingga menderas ke dalam dadaku sebagai alir yang tak henti dalam tubuhku sebagai denyut dalam jantungku sebagai engkau yang tak henti mencintaiku dengan sesungguhnya cinta dengan setulusnya cinta dengan debar dalam dada sebagai doa yang kau panjatkan setulus pinta ke maha cinta hingga disatukan dalam gelombang cintanya yang cahaya!

http://nanangsuryadi.blogspot.com

Tidak ada komentar: