Langsung ke konten utama
MENUTUP AKSARA

sesayap imaji menelusup disela gemericik alir kali. mungkin kata tertanggal dari setubuh gelisah mencari jawab. tak genap terungkap ketika lenyap hijab meniada duka terbawa arus haus aksara
: bisu


MELEPASKANMU

melepas genggam tanganmu pergi bersama deru mesin terminal demikian hiruk memecah gundah tengadah pasrah pada keluasan angkasa biru merayap mendung tangis awan luruh mengaduh tanyaku tak terjawab.

menghempas inginku berlari mencari sejati mencari diri hilang terbungkam dalam nafasku cemburu pada waktu.

(tersisa jua disitu pesan terakhirmu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!

Kudekap Engkau

kudekap engkau kudekap dalam pelukku hingga terasa detak dalam dadaku dalam dadamu sebagai waktu yang terus gemuruh memanggil jiwaku jiwamu bersatu dalam lautan cahaya cintanya o cahaya maha cahaya yang melimpahlimpah cahayanya hingga lebur kita dalam lautan cahaya-nya Malang, 3 Oktober 2003