Langsung ke konten utama
SKETSA RASA

sesunyi malam sesunyi harap impian berkelindan dari masa ke masa menjemput engkau yang jauh dengan gemerisik rintih di dada sendiri.aku mencintai kau dan kau mencintai aku.berlarian dari waktu ke waktu memburu jasad kita yang jauh jiwa kita yang rapuh oleh tanya-tanya tak terjawab selain kembali pada tanya serupa.aku memcintai kau dan kau mencintai aku. seperti ada yang dilepaskan dari jasadku sebuah pengakuan keinginan bersatu di suatu waktu. akankah sampai akankah sampai pintu terketuk.akankah muara akankah muara cinta dirasa.aku mencintai kau dan kau mencintai aku. sungguh tangisku rapuh dalam suluh yang kau tiupkan di dadaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

Lelaki Berpuisi

Lelaki berpuisi, ketika awan begitu hitam membayangi sepi Dari jauh aku mengintai ia Satu satu air mata langit jatuh kebumi, lelaki terus berpuisi Berpuisi merajuk mata hati Ingin berlari, sembunyi Tak kuasa Inikah cinta? bibir pun tak lagi berkata Karena berdiam di sisinya, telah terkata: Cinta Kunthi Hastorini http://puisicintakita.blogspot.com

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!