Langsung ke konten utama
Melukis Malam
: NS

malam demikian senyap mengendap dalam titian lamunan
memburu waktu demi waktu yang bergantian berputaran.
Ketika,

jemari itu mengulur mengayun mendarat tepat di dadaku.
Engkau kah yang datang dalam malam simpan kelam.
Endapkan senyap merayap
Pergi. Ketika,

Jemari itu menuntun aku menelusur peristiwa
melayangkan nyawa dari rotasinya. Menjemput bintang
yang berdentang dengan senyumnya mencairkanku dalam
rona pipinya. Ketika,

Pertanyaan-pertanyaan mengalir begitu sederhana di
sela derai tawa. Mengeja jeda demi jeda tanpa

Engkaukah yang datang dalam sehalaman masa lalu
berpijaran. Patahkan kaki-kaki yang letih menghunjam
bumi. Ketika,

Tak ada lagi cerita, tanpa
Melukis malam
Tanpa
?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lelaki Berpuisi

Lelaki berpuisi, ketika awan begitu hitam membayangi sepi Dari jauh aku mengintai ia Satu satu air mata langit jatuh kebumi, lelaki terus berpuisi Berpuisi merajuk mata hati Ingin berlari, sembunyi Tak kuasa Inikah cinta? bibir pun tak lagi berkata Karena berdiam di sisinya, telah terkata: Cinta Kunthi Hastorini http://puisicintakita.blogspot.com

Puisi-Puisi Cinta di Blog Puisi Cinta Kita

Puisi Cinta dapat anda temukan di blog Puisi Cinta Kita ini. Sila telusuri blog Puisi Cinta Kita ini dan temukan Puisi-puisi cinta di dalamnya. Puisi Cinta Kita merupakan blog kumpulan Puisi Cinta dari Nanang Suryadi dan Kunthi Hastorini.    Puisi Cinta dalam blog Puisi Cinta Kita ini ditulis pada awal tahun 2000-an, dan telah dibukukan menjadi kumpulan Puisi Cinta Berdua. Beberapa contoh judul PUISI CINTA yang dapat anda baca dalam blog Puisi Cinta Kita ini: Jika Cinta Hadir Dengan Jejemari Kita Leburlah: Aku Mencintaimu! Upacara Takdir Yang Digenapkan Jika anda berminat, anda juga bisa melihat puisi-puisi cinta di blog Puisi Nanang Suryadi. Sila tengok link Puisi Cinta di blog Puisi  pada:  http://nanangsuryadi.blogspot.com/2013/03/puisi-cinta.html

Tafakur Lelaki

lelaki, tak peduli  bertafakur di dingin masa nan sepi  berkisah dan pasti  gemuruh suara hati, tak henti  ratusan puisi baur dengan udara  telah terkata  ..…..  Kunthi Hastorini http://puisicintakita.blogspot.com