Langsung ke konten utama
SKETSA ESOK

lelambaian yang menguning di sela-sela pusaran waktu.mengenangmu dengan tiktak tuts keyboardku.menculik serangkaian imaji esok menjemput. ku lihat adalah engkau yang berdiri di serambi. memintal rangkai inginmu pada sebuah misteri. ada aku yang masih mengeja alifbata kehidupan. di sela trauma? tanyamu. tak anggukan atau gelengan puaskan sahutku. hanya, ajari aku untuk lebih mengerti apa kiranya yang tercatat di sebalik alifbata kehidupan. selepas jemarimu mengaduh memecah sunyi tanyaku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!

Kudekap Engkau

kudekap engkau kudekap dalam pelukku hingga terasa detak dalam dadaku dalam dadamu sebagai waktu yang terus gemuruh memanggil jiwaku jiwamu bersatu dalam lautan cahaya cintanya o cahaya maha cahaya yang melimpahlimpah cahayanya hingga lebur kita dalam lautan cahaya-nya Malang, 3 Oktober 2003