Langsung ke konten utama
KEKASIH BERKATA

Kekasih berkata: aku cemburu kepada tuhan. Dia selalu merebut segenap cinta dan rindumu dariku. Tak dapatkah kau tanggalkan Ia walau sekejap, agar cinta dan rindumu untuk aku

Kekasih menjawab: sayangku, apakah kau ingin menyengsarakan diriku dirimu dengan menuhankan dirimu? Aku terlalu mencintaimu, karenanya tak kubiarkan cinta itu melaknat diriku dirimu. Cukuplah dia menjadi saksi cinta yang sesungguhnya






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!

Kudekap Engkau

kudekap engkau kudekap dalam pelukku hingga terasa detak dalam dadaku dalam dadamu sebagai waktu yang terus gemuruh memanggil jiwaku jiwamu bersatu dalam lautan cahaya cintanya o cahaya maha cahaya yang melimpahlimpah cahayanya hingga lebur kita dalam lautan cahaya-nya Malang, 3 Oktober 2003