Langsung ke konten utama
INILAH AIRMATA

inilah airmata. menyelinap dalam senyap. gemeletar tatap. sebagai cemburu. memburu masalalu: peta-peta yang diberi tanda. penanggalan dan riwayat.

tapi siapakah yang membaca luka sebagai puisi. selain jemarimu yang menelusur jejak rasa sakit. hingga kau tahu, manusia menanggung kutuknya sendiri. memanggul kata-kata dan menggulirkannya dari puncak derita bahagia.

o jutaan huruf terlepas dari jejemari. bergulir kata-kata. di tebing pipi. sebagai airmata, yang kau terima, sebagai debar dalam dada sendiri.

hanya ketulusan menerima. sebagai muara. mengalirkan kesah pada laut keabadian. cintamu.

Depok, 2002



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

Lelaki Berpuisi

Lelaki berpuisi, ketika awan begitu hitam membayangi sepi Dari jauh aku mengintai ia Satu satu air mata langit jatuh kebumi, lelaki terus berpuisi Berpuisi merajuk mata hati Ingin berlari, sembunyi Tak kuasa Inikah cinta? bibir pun tak lagi berkata Karena berdiam di sisinya, telah terkata: Cinta Kunthi Hastorini http://puisicintakita.blogspot.com

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!