Hujan Sore Itu

menitik air mata satu satu
meresap jauh ke lubuk kalbu

meluncur bagai anak panah siap melukai kapan saja
tapi, biarkan. biar saja kunikmati tiap tetesnya satu satu

berlagu seperti puisi yang kau kirim padaku sore itu



Komentar

Total Tayangan Halaman

Google+ Followers

Pengikut

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Cinta di Blog Puisi Cinta Kita

Leburlah: Aku Mencintaimu!