Jumat, Desember 27, 2002

Hujan Sore Itu

menitik air mata satu satu
meresap jauh ke lubuk kalbu

meluncur bagai anak panah siap melukai kapan saja
tapi, biarkan. biar saja kunikmati tiap tetesnya satu satu

berlagu seperti puisi yang kau kirim padaku sore itu



Tidak ada komentar: