Langsung ke konten utama
DI DADA CINTAMU

pada tangis yang tersendat dan cemburu yang menyelinap di dada cintamu aku meringkuk dengan gores luka setubuh tubuhku diri yang lelah bertarung di hiruk pikuk jaman yang menusuk menetak mencongkel mengadukaduk seluruh rasa suka dukaku derita bahagiaku sebagai pecundang yang lelah berlari memekikan kekalahan demi kekalahan menerima kutuk dan maki sebagai upacara diri sendiri meneriakan nyeri perih tak tertahankan lagi.

o, di dada cintamu, kekasih, aku ingin istirah!

Depok, 2002



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!

Kudekap Engkau

kudekap engkau kudekap dalam pelukku hingga terasa detak dalam dadaku dalam dadamu sebagai waktu yang terus gemuruh memanggil jiwaku jiwamu bersatu dalam lautan cahaya cintanya o cahaya maha cahaya yang melimpahlimpah cahayanya hingga lebur kita dalam lautan cahaya-nya Malang, 3 Oktober 2003