Langsung ke konten utama
DALAM RIMISNYA, AKU KAN DATANG SELALU BAGIMU

dalam rimisnya. aku kan datang selalu bagimu. dalam sepenggal doa. dalam sepenggal cerita. yang mungkin tak sempat kau dengar dengan telingamu yang rahasia. tapi, tak kah kau tahu? hujan sore ini. kemaren. esok. masihlah sama. menangis dan menangis. tapi, jangan dengan pelupukmu. tersenyumlah seperti matahari tak henti bercahaya mesra.

dalam rimisnya, tetaplah tatap mata hati ini. bernyanyi dan selalu. dalam sepenggal harap. dalam sepenggal dekap. yang mungkin tak kau pahami dengan bibirmu yang rahasia. tapi, tak kah kau tahu? hujan sore ini. kemaren. esok. masihlah sama. menangis dan menangis. tapi, jangan dengan pelupukmu. tertawalah seperti derai angin tak henti berhembus tuk kau hirup kau hembuskan dengan penuh cinta.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!

Kudekap Engkau

kudekap engkau kudekap dalam pelukku hingga terasa detak dalam dadaku dalam dadamu sebagai waktu yang terus gemuruh memanggil jiwaku jiwamu bersatu dalam lautan cahaya cintanya o cahaya maha cahaya yang melimpahlimpah cahayanya hingga lebur kita dalam lautan cahaya-nya Malang, 3 Oktober 2003