Senja di Alun-Alun Kota

ada yang berpendar pada air yang memancur,
cahaya matahari senja,

lampu jalan, lampu taman, mulai dinyalakan

apa yang kita bicarakan di situ,
pada desir angin dingin

kanak-kanak yang meniup gelembung sabun

lihat tawanya, menyeringaikan gigi yang baru tumbuh,
ah, seperti juga kanak yang kutatap di matamu

terkekeh demikian riang,

senja merapat, gelap melindap cahaya
gema azan menelusup ke dalam dada kita

di sebuah senja

Malang, Agustus 2002

Komentar

Total Tayangan Halaman

Google+ Followers

Pengikut

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Puisi Cinta di Blog Puisi Cinta Kita

Leburlah: Aku Mencintaimu!