Langsung ke konten utama
BELAHAN JIWA YANG MENCARI

lalu
kita serahkan
mimpi kita
pada pemberi tanda
segala kepastian

seperti
disematkan
pada takdir
sebuah ajal
kelahiran
dan kematian

di waktu
yang tak terduga

telah dicatat
sebagai riwayat
di rahasia
kehendak

sebelah jiwa
yang
sepi
menemu
belahannya
sendiri

sebagai adam
menemu
hawa

sebagai yusuf
menjumpa
zulaikha

jiwaku
mencari
belahannya

mungkin
engkau

seperti digurat
pada
ayat yang kekal

oleh jemari
cintanya
pada
sebuah entah

pada
kehendaknya

Depok, 2002


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

Lelaki Berpuisi

Lelaki berpuisi, ketika awan begitu hitam membayangi sepi Dari jauh aku mengintai ia Satu satu air mata langit jatuh kebumi, lelaki terus berpuisi Berpuisi merajuk mata hati Ingin berlari, sembunyi Tak kuasa Inikah cinta? bibir pun tak lagi berkata Karena berdiam di sisinya, telah terkata: Cinta Kunthi Hastorini http://puisicintakita.blogspot.com

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!