Langsung ke konten utama
Doa Dalam Dada Kekasih

doa dalam dada kekasih
detaknya mengetuk-ngetuk langit

cahaya melintasi jarak waktu

harap menjelma jadi
penuhi janji kehendak

dengarlah detak dalam dadaku:

kehidupan yang akan terus kau dengar
serukan cinta dan rindu berulangkali

dari sunyi diri sendiri

sesungai senyap dibingkiskan kepadamu
sebagai ketulusan memberi

begitu juga ketulusan menerima

mengalir riwayat manusia
ke muara akhirnya

ke mula asalnya

Depok, 11 September 2002

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!

Kudekap Engkau

kudekap engkau kudekap dalam pelukku hingga terasa detak dalam dadaku dalam dadamu sebagai waktu yang terus gemuruh memanggil jiwaku jiwamu bersatu dalam lautan cahaya cintanya o cahaya maha cahaya yang melimpahlimpah cahayanya hingga lebur kita dalam lautan cahaya-nya Malang, 3 Oktober 2003