Langsung ke konten utama
DI DEDAHAN SAJAK

di dedahan sajak beburung jiwa singgah
istirah melepas lelah

penempuhan adalah jejalan panjang
berliku dalam pusaran waktu

di dedahan sajak beburung jiwa menyanyi
nyanyi rindu kekasih diri

demikian cinta memanggil panggil
mendebarkan jejantung hati

di dedahan sajak beburung jiwa melagulagu
mengetuk paruh pada pepohon irama kata

pepohon hidup menari-nari
dipeluk dipagut sepoi hembus berangangin

di dedahan sajak beburung jiwaku singgah
istirah melepas lelah

Depok, 2002


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

Lelaki Berpuisi

Lelaki berpuisi, ketika awan begitu hitam membayangi sepi Dari jauh aku mengintai ia Satu satu air mata langit jatuh kebumi, lelaki terus berpuisi Berpuisi merajuk mata hati Ingin berlari, sembunyi Tak kuasa Inikah cinta? bibir pun tak lagi berkata Karena berdiam di sisinya, telah terkata: Cinta Kunthi Hastorini http://puisicintakita.blogspot.com

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!