Langsung ke konten utama
APAKAH AKU MENCINTAIMU

apakah aku mencintaimu, tanyamu. seperti ada yang diterbangkan dari kepalaku. tanda tanya yang menari-nari di dadaku.

coba beringsut aku dari puncak gelisah. menemu dirimu yang satu. mencari jawab, apakah aku mencintamu?

apakah aku mencintaimu, tanyaku. seperti ada yang pecah di kepalaku. deret peristiwa telah melampauiku. tak kutemu jawab di ambang pencarianku.

sampai letih menyerpih. menjadi huruf-huruf tak beraturan di hadapku. berputar-putar. menertawaiku!

katakan bagaimana harus kujawab. satu tanya yang lama kupinta jawabnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

Lelaki Berpuisi

Lelaki berpuisi, ketika awan begitu hitam membayangi sepi Dari jauh aku mengintai ia Satu satu air mata langit jatuh kebumi, lelaki terus berpuisi Berpuisi merajuk mata hati Ingin berlari, sembunyi Tak kuasa Inikah cinta? bibir pun tak lagi berkata Karena berdiam di sisinya, telah terkata: Cinta Kunthi Hastorini http://puisicintakita.blogspot.com

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!