Langsung ke konten utama
APAKAH AKU MENCINTAIMU

apakah aku mencintaimu, tanyamu. seperti ada yang diterbangkan dari kepalaku. tanda tanya yang menari-nari di dadaku.

coba beringsut aku dari puncak gelisah. menemu dirimu yang satu. mencari jawab, apakah aku mencintamu?

apakah aku mencintaimu, tanyaku. seperti ada yang pecah di kepalaku. deret peristiwa telah melampauiku. tak kutemu jawab di ambang pencarianku.

sampai letih menyerpih. menjadi huruf-huruf tak beraturan di hadapku. berputar-putar. menertawaiku!

katakan bagaimana harus kujawab. satu tanya yang lama kupinta jawabnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!

Kudekap Engkau

kudekap engkau kudekap dalam pelukku hingga terasa detak dalam dadaku dalam dadamu sebagai waktu yang terus gemuruh memanggil jiwaku jiwamu bersatu dalam lautan cahaya cintanya o cahaya maha cahaya yang melimpahlimpah cahayanya hingga lebur kita dalam lautan cahaya-nya Malang, 3 Oktober 2003