Langsung ke konten utama
Katakan Padaku, Lelaki

Aku adalah perempuan sepi melukisi diri dengan benteng keangkuhan berharap ada kekuatan di dalamnya tapi tak kutemu selain kerapuhan

Tercabutlah sukma dari orbitnya hingga telanjang ia mengangkangi aorta kosmos –kesadaran berhamburan- kemana kiranya ia kan pergi? menujumukah duhai lelaki

Mengapa benteng itu membungkamku tuk sekedar berkata cinta? lelaki, sungguh aku tak mengerti telahkah aku kehilangannya

Lelaki, katakan padaku di mana klimaks dari segala klimaks hingga terhenti kaki di pintunya terketuk jemari tak lagi sembunyi

Katakan di mana tapal batas cinta hingga kuasa sukma menelusup bersatu dalam tauhid jihad. Kemenangan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!
SEPERTI KULIHAT CINTA DI MATANYA seperti kulihat cinta di matanya berkata.kata siapa cinta tak ada. dia ada dalam tiada. tiada dalam ada. sebab ia ada dan tiada itu sendiri. bagaimana kita memaknainya. seperti kulihat binar di matanya bicara. kata siapa cinta itu dusta. sebagaimana perjumpaan ruh di pelaminan jiwa. saling mengenal dan berbincang. mesra. kau aku dia semua adalah cinta. kau aku dia semua adalah dusta. bagaimana kita memaknainya. cinta!