Langsung ke konten utama
Ada Yang Tiba Tiba

ada yang tiba tiba menyelinap dalam dada mungkin rasa cemburu tapi siapakah yang mengeja huruf huruf itu sebagai rasa rindu dan cinta karena mungkin telah ditafsirkan pada segala tanda cuaca sebagai metafora yang diulang ulang dalam diksi yang tak henti didawamkan dalam puisi karena engkau mulai membenci puisi dan gemuruh yang tak henti henti menggelegar dalam dada dengan tanya dengan segala gelisah dengan segala cemas dengan segala khawatir o ke mana kan dilabuhkan ke mana segala mimpi segala harap segala ingin segala kehendak karena tiba tiba saja ada yang terasa menyelinap mungkin rasa cemburu atau sebuah ketakutan akan kehilangan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!
SEPERTI KULIHAT CINTA DI MATANYA seperti kulihat cinta di matanya berkata.kata siapa cinta tak ada. dia ada dalam tiada. tiada dalam ada. sebab ia ada dan tiada itu sendiri. bagaimana kita memaknainya. seperti kulihat binar di matanya bicara. kata siapa cinta itu dusta. sebagaimana perjumpaan ruh di pelaminan jiwa. saling mengenal dan berbincang. mesra. kau aku dia semua adalah cinta. kau aku dia semua adalah dusta. bagaimana kita memaknainya. cinta!