Langsung ke konten utama
Jingga Bola Matahari

jingga bola matahari di senja kala aku merindukanmu sebagai dekap peluk sepenuh cintamu yang utuh hangatkan gigil dada dan bibir gemetar menelusur rahasia dengan tatap redup mata


Aku Yakin

aku yakin pada cintamu padaku sebagai ketulusan yang sanggup mengalahkan rasa takut dan gelisah ragu karena kau tahu aku demikian mencintai dirimu utuh sebagai penerimaan atas kehendak


Sebagai Hati Yang Menerima

sebagai hati yang menerima cinta dengan tulus demikianlah kan diterima segala sukaduka segala tangistawa segala dukabahagia segala beda apa adanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!
SEPERTI KULIHAT CINTA DI MATANYA seperti kulihat cinta di matanya berkata.kata siapa cinta tak ada. dia ada dalam tiada. tiada dalam ada. sebab ia ada dan tiada itu sendiri. bagaimana kita memaknainya. seperti kulihat binar di matanya bicara. kata siapa cinta itu dusta. sebagaimana perjumpaan ruh di pelaminan jiwa. saling mengenal dan berbincang. mesra. kau aku dia semua adalah cinta. kau aku dia semua adalah dusta. bagaimana kita memaknainya. cinta!