Langsung ke konten utama
Karena Cinta

Lalu kau ceritakan tentang derita. Menyetubuhi hidup. Lewat dusta dan petaka.

Tapi itu bukan cinta, sayang. Karena cinta adalah dirimu, diri kita, serta mereka yang mengada. Menghadir sejak dulu kala. Sejak dihembus ke dalam dada.

Cinta mencahaya. Mengingatkan wajah mula-mula: Cahaya maha cahaya. Dan kita merindukannya.

Cahaya demi cahaya melesat. Mengalir dalam waktu. Memuara ke lautan cahaya.

O, cinta maha cinta, mula dan akhir kata!

Depok, 2002

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinyalakan-Nya

Tak ada mengapa bagi cinta. Diterbitkan dalam dada kita, kehendak-Nya semata, dinyalakan-Nya dalam hati kita, sebagai cinta. Demikianlah Ia mencintai kita. Dinyalakan api cinta. Demikian lambat atau demikian cepat. Kehendak-Nya-lah. Kehendak-Nya. Semata

LENGKUNG MIMPI

Dan kanak-kanak bergelayut di alismu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Beterjunan ke jernih matamu. Telaga rinduku. O kanak-kanak yang riang. Meluncur dengan derai tawa. Dan kanak-kanak menemu senyummu. Lengkung mimpi. Kau dengar kekeh tawa mereka. Meluncur di bibirmu. O kanak-kanak yang riang. Menemu cintamu!
SEPERTI KULIHAT CINTA DI MATANYA seperti kulihat cinta di matanya berkata.kata siapa cinta tak ada. dia ada dalam tiada. tiada dalam ada. sebab ia ada dan tiada itu sendiri. bagaimana kita memaknainya. seperti kulihat binar di matanya bicara. kata siapa cinta itu dusta. sebagaimana perjumpaan ruh di pelaminan jiwa. saling mengenal dan berbincang. mesra. kau aku dia semua adalah cinta. kau aku dia semua adalah dusta. bagaimana kita memaknainya. cinta!