Jumat, Januari 16, 2004

Malam Pertama Nanang Suryadi

sajak: Cunong Nunuk Suraja

bulan di atas ranjang
air mataku adalah nafas puisi

angin, mega dan laut diam kemudian desah
rindu tertikam dan sunyi mendekap dalam kelam
malam lenguh lembu di sudut desa samar terdengar

pagi sarapan roti dan kopi sebelum kaki menginjak bumi

2004
Bogor dalam bayang mendung menjelang senja
setelah matahari pingsan di ubun-ubun




KADO PERNIKAHAN : nanang suryadi & kunthi hastorini

Sajak: Doddy Moyank


ini kali senyum di wajah putri
jernih segar mewangi
mempersiap akad nikah
esok hari

ini kali tari bulanmu menyambut
selawat nabi
malaikat jadi saksi
menyatu jiwa menyatu hati

o, nanang!
gelisahmu dulu
tak lagi menjadi gelinjang
sajak terjemah hujan, bukan?

o, kunthi!
tak ada persenyawaan terbagi
dan lagi disini
senyap tak meraut wajah lelakimu
sampai habis pun ia akan
menjadi raja pada nafas dan jasadmu

maka selamatlah buat kalian
berangkat restu orang tua
dan doa dari langit
Tuhan Pencipta

Cinta!


Sajak: Ki Bedjo Pangumbaran

Selamat Nang...

setelah seribu musim berarak kini waktunya Janur mlengkung memberi
naungan semerbak di kala hati wuyung sudah menjelma menjadi
perlindungan bagi istrimu.

rawatlah dan sayangi ia dengan segenap sung tresna yang senantiasa
menjadi Ratu Kencana Wungu di tahtanya dan kau tetap menjadi Suami
terbaik meski kadang cukup menjadi Maha Patih Gajah Mada dan bukan
raja di samping ratu walau kalau kau mau kau pasti bisa di ats tanah
nyatanya.

Namun tetaplah berkata pada burung-burung pembawa warta langit jingga
itu untuk bernuansa semerbakku hanya untukmu kekasihku yang sudah
menambatkan bahteraku ke dermaga mentarimu!

Selamat berbahagia dalam mahligai kesempurnaan jati manusia. Tuhan
memberkatimu dengan kasih AbadiNya nan Agung.


Sajak: Cunong Nunuk Suraja

Penantian yang membuat teka-teki labirin kota
lelaki itu menuju ke timur dan terjerat dalam cinta
nafasnya memburu dan jejaknya menyusuri bait demi bait puisi
huruf demi huruf menyudut di sudut timur Jawa


sajak: Eddy Siswanto
Kepada Sahabat Mayaku Nanang dan Rini

Adakah yang lebih indah, selain
ketika penyair menemukan kata
untuk puisinya...???
maka,
Bahagialah.


pantun: Ken Zuraida Hamid

PANTUN CINTA

Kado: pernikahan Bang Nanang-Rini


Iwak saluang nyaman di pais
dicacapi bahantup lawan belimbing tunjuk
kada kawa jua hati manangkis
amun cinta bapandir dua jiwa jadi tarasuk

artinya:
Ikan Seluang enak kalau dibuat pepes
dimakan dibubuhi irisan belimbing wuluh
hati tidak dapat didustai/disangkal
bila cinta berbicara maka dua jiwa akan jodoh

kuriding patah dipatak dalam pati
sabutingnya diandak dihiga tajau
amun imbah jadi suami-istri, kakak ai
jangan ada kahandak pina "maranyau"

artinya:
kuriding patah disembuyikan di dalam peti
satu keping patahannya disimpan di samping kendi
kalau kakak sudah menjadi suami-istri
jangan berniat untuk berbuat hal yang "aneh-aneh" lagi

Ampat si ampat lima, ading ai
kada manyama si baju habang
pangantin hanyar pantang basangitan malam pertama jar kakak ai
kaina, biar lancar jalan pian badua saumuran pang

artinya:
dik, angka empat yang dimaksud adalah empatlima
tidak ada yang mengalahkan kecantikan yang memakai baju merah
katanya : pengantin baru tidak boleh marahan pada malam pertama
nanti, supaya lancar pernikahannya seumur hidup


catatan:
Ikan seluang adalah ikan air tawar yang biasanya hidup di sungai-sungai (air
tawar) di Kalimantan
kuriding adalah jenis alat musik tiup yang terbuat dari bambu, bentuknya kecil,
memanjang.


Sajak: Hasan Aspahani

Ada yang Tetap tak Terbaca
: kado buat Nanang dan Kunti


bila saja bisa, kucipta huruf dan kata rahasia
akan khusus kukadokan bagi engkau berdua saja

dalam kasih yang tak pernah berpura sempurna
ada yang tetap tak terbaca, tinggal tak terkata

dari alif ba ta cinta: beribu diam, beribu suara
tak terlambangkan dalam huruf rumit atau sederhana

yang diingat Adam, pun hanya satu-satunya kata
"Hawa," Tuhan menyebut nama itu di surga sana

Adam menggubah puisi pertama, waktu rindu menyiksa
ditulisnya sebisanya di mata, dalam kekal air mata

Hawa menerjemahkan bahasa tangis Adam-nya
dengan arus tangis, mengalir ke satu muara

ada yang tetap diam rahasia tak terbaca
pada pintu engkau saling menukar kuncinya

lalu lihatlah, pintu itu kini satu adanya
tanpa diketuk, terbuka, alangkah lapangnya


19 Okt 2003


sajak: Ramli Abdul Rahim

SAJAK UNTUK NANANG SURYADI YANG KINI BERGELAR SUAMI

ini sajak untuk Nanang yang baru bergelar suami
selamat sejahtera buat kalian berdua
bahtera hidup ini banyak ragamnya
ayuh kayuh dan tabah dengan hari-hari mendatang
sebahagian daripada kehidupan ini
ada manis dan masamnya
semua orang akan merasa
bahagia dan selsema (pilek)
jalan enteng (gampang) mengemudikan bahtera
ombak dan badai surut seseketika

selalu saya bilang
sama teman di universitas jaman belajar
cinta itu memang indah
"perkahwinan" itu diminta pertanggungjawaban

semoga sihat sejahtera

Rabu, Januari 07, 2004

Kehadiran



ia hadir dalam alir darahku darahmu
saripati kehidupan

ia hadir dalam mimpiku mimpimu
guratan keinginan

ia hadir dalam nafas kita yang menyatu
di suatu waktu