Minggu, Juli 13, 2003

Rotasi Ketigapuluh

rotasi ketigapuluh kali ini
terhisap cerutu kehidupan
sang waktu berdetik
di titik yang sama: diam

Sepenuh Napas

sepenuh napas menggemas
sepenuh cinta menghempas

buliran duka bersama
Ada Yang Tiba Tiba

ada yang tiba tiba menyelinap dalam dada mungkin rasa cemburu tapi siapakah yang mengeja huruf huruf itu sebagai rasa rindu dan cinta karena mungkin telah ditafsirkan pada segala tanda cuaca sebagai metafora yang diulang ulang dalam diksi yang tak henti didawamkan dalam puisi karena engkau mulai membenci puisi dan gemuruh yang tak henti henti menggelegar dalam dada dengan tanya dengan segala gelisah dengan segala cemas dengan segala khawatir o ke mana kan dilabuhkan ke mana segala mimpi segala harap segala ingin segala kehendak karena tiba tiba saja ada yang terasa menyelinap mungkin rasa cemburu atau sebuah ketakutan akan kehilangan