Sabtu, April 05, 2003

MENANGKAP EMBUN

embun mengayun dari kelopak berserak membasah telapak. tak dia meresap dalam senyap yang ku bingkiskan dalam lamunan. mengintai jatuh dalam peluk retak bebatuan. demikian dingin

hingga ingin pula ku cumbui angin agar dapat aku menyerpih menjadi bagiannya. mungkinkah?



SIAPA KAMU?

sepertinya aku mengenalmu, sebenar-benar mengenal
hingga aku terduduk di sini mengamatimu
demikian dekat
(dalam waktu)
namun,
di saat lain sepertinya aku tak mengenalmu
demikian jauh
siapakah kau?



MELANGKAHLAH

hanya melangkahlah, jangan tanya mengapa
kau akan tahu jawabnya



BUKU DI SAMPING KANAN


jika ada buku di samping kananmu. bukalah
disitu telah tertoreh banyak cerita
banyak tawa
banyak tangis
tapi tidak dengan hari ini

sebab telah ku tulis di akhir halaman
akhir yang bahagia

kau tahu
hidup ini seperti lipatan-lipatan dalam buku itu
berakhir dalam satu bagian tak berarti berakhir untuk selanjutnya

akan tunggu bagian-bagian yang lain
yang akan menjadikanmu... aku... tahu makna hidup yang sejati

melangkahlah