Senin, Maret 31, 2003

DAN AKU MERINDU

dan aku merindu kekasihku
dalam jauh jarak dan waktu

dengan doanya yang utuh penuh
juga cintanya yang bercahaya
SEPERTI SAJAK YANG GIGIL SENDIRI

seperti sajak yang gigil sendirian dalam ragu adalah diri yang mencemaskan nasib rindu akankah tersimpan dalam ingatan itu sebagai tetugu batu dipahat waktu
AKU MENDOAKANMU


aku mendoakanmu, setulus pinta, agar kau tetap bahagia, dalam dekap cinta
aku mendoakanmu, setulus cinta, agar terang cahaya, di dalam dada
aku mendoakanmu, setulus airmata, pintaku kepadanya, semoga cinta kita
tetap terjaga



DEMIKIANLAH GODA

demikianlah kekasih, sepanjang jalan tak akan henti goda menghadang, coba
lenakan diri, hingga limbung diri, tak sampai pada tuju. tekadkan niatmu,
teguhkan hatimu, kita melangkah dengan berbekal doa dan cinta yang
bersemayam dalam dada



ITIKAD


langkahkan kaki
menuju satu

tujumu


EMBUN


embun
seperti airmata kita

di dinihari sunyi
merindu



SIAPAKAH AKU, KAU TAHU?

siapakah aku?
akupun bertanya selalu

apakah kau tahu siapa diriku?
katakan apa yang kau tahu

padaku