Senin, Maret 24, 2003

TAK TERKATA

:nanang suryadi

sepasang sayap merayap dalam hitam malam

membumbung ingin menyentuh bilik hati

sepotong rasa

tak terkata



KU TEMUKAN

Radikal bebas berhamburan memenuhi orbital keinginan

Lembar demi lembar tingkat energi telah terlampaui

Mencari sepadan

Terkelupas helai demi helai

Menelanjangi mimpi menelanjangi nyeri

Berbagi

Tinggal sebiji

Lebur

(ku temukan)



ISAK SEMALAM

:nanang suryadi


ingin menjemput bintang agar berdentang ia pada saat malam meredam letihmu letihku dalam isak semalam. Hingga terbangun aku terbangun kamu menyentuh angin menitip salam kerinduan keniscayaan. Hingga kan dikatakan kekanakan aku menangisi sesuatu tak perlu ditangisi.

Tapi,

Ia begitu nyeri menelusup di sekuyup bibirku mengeja kata:

aku tak mau kehilanganmu, cintaku



PUASA

:nanang suryadi


1.

ada yang menggeliat-geliat dihempas dedaun mencium aroma mimpi. Pertapa

Menyelinap sunyi diantara mantra tiba selaksa. Kepompong

Berdiam meredam segala ingin segala ambisi menjadi

Waktu membawa kabar membawa debar. Penantian

Akan sampai tuju

Menitik waktu berdetik. Tik tak tik tak

Memecah desah pada pasrah tengadah

(Tik.Lamban waktu lamban berhamburan.Tak.Sunyi waktu sunyi mencari tepi)

2.

Metamorfosis

3.

tersobek hijab hira tiba selaksa. Derita

berderit-derit sakit minta cahaya. Pintu

akan tiba akan muara. Hingga menitik ghirah:

kemenangan


ISTIKHARAH

1.

dini hari yang basah dihela embun bintik-bintik kaca keperakan

segores senyum mendarat di pelupuk. kenangan

2.

berabad melayat diantara puing bebatuan

berkejaran tanya berkejaran jawab. melucuti mimpi mengongkosi ambisi

berlari dan terus berlari

menanti. sunyi

3.

mendarat syahadat dalam bebasah rintih sajadah tengadah. aku berserah


MENUTUP AKSARA

sesayap imaji menelusup disela gemericik alir kali. mungkin kata tertanggal dari setubuh gelisah mencari jawab. tak genap terungkap ketika lenyap hijab meniada duka terbawa arus haus aksara
: bisu


MELEPASKANMU

melepas genggam tanganmu pergi bersama deru mesin terminal demikian hiruk memecah gundah tengadah pasrah pada keluasan angkasa biru merayap mendung tangis awan luruh mengaduh tanyaku tak terjawab.

menghempas inginku berlari mencari sejati mencari diri hilang terbungkam dalam nafasku cemburu pada waktu.

(tersisa jua disitu pesan terakhirmu)