Minggu, Januari 19, 2003

MENGINGATMU

Dalam peluk tengger bebasah rimis mengais-ngais huruf demi huruf dalam selembar kertas pucat. Mencoba menemu asalnya berada. Seperti di masukinya lubang-lubang erosi bebatuan. Menjadikannya hilang kasat.
Telah tercatat
namamu
LAFADZ MALAM

selembar kertas kuterima malam itu. dengan sayap-sayapnya yang kuning jagakan aku dari lamunku. kuhempas kekosongan.

kubaca tiap guratan pena waktu meluncur dari matanya.

apa kabar sayang?demikian ia bertanya. seusap peluh menetes dari ujung tawaku. kiranya bahagia menjelma jadi ratusan tinta yang mulai ku tuliskan dalam bait-bait sendu

kukabarkan, aku baik-baik saja. menjaring udara selepas gulita
SEPOTONG GAMANG
: Nanang Suryadi

tak ku jumpai bintang jatuh malam ini.
kiranya airmata senja telah merampasnya sisakan sepotong bulan gamang.
tak perlu di tanya sebab kita tahu mengapa.